menurid1dropdown

Selasa, 07 April 2026

Damel Uleman Khitan

Photo Ananda

 https://www.facebook.com/share/1Gdai1LW37/


Tema Undangan



Ngaderes: Waroqot | Muqodumah

Materi 01 – Muqaddimah

📝 Al Imam Abdul Malik bin Abdillah bin Yusuf bin Muhammad Al Juwaini  رَحِمَهُ ٱللّٰهُ‎
📚 Kitab Al Waroqot
🔊 Ustadz Iskandar Dinata, Lc حفظه الله
📲 Tarbiyah Sunnah Learning

Pada kali ini kita akan mempelajari materi yang baru yaitu materi ushulul fiqh. Ushulul Fiqh adalah salah satu disiplin ilmu diantara ilmu-ilmu syariah, dimana ilmu ushulul fiqh ini mempelajari tentang pokok-pokok di dalam memahami dalil. Bagaimana dalil tersebut menunjukkan kepada masalah-masalah atau kepada hukum-hukum. Yang pertama kali menyusun ilmu Ushulul Fiqh sebagai sebuah disiplin ilmu syar`i adalah Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah ta’ala. Nama lengkap beliau Muhammad bin Idris As Syafi’i. Beliau dilahirkan pada tahun 150 Hijriyah dan meninggal pada tahun 204 Hijriyah. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al Isnawi di dalam Kitab attamhid dan beliau menyebutkan bahwa hal ini disepakati oleh para ulama.

Kemudian setelah Imam Syafi’i rahimahullah, para ulama berikutnya mengikuti apa yang telah beliau mulai, dimana mereka kemudian menyusun berbagai kitab kitab di dalam ilmu Ushulul Fiqh, ada kitab yang mukhtasor (yang ringkas), ada juga kitab yang mutawwal (yang panjang) menjelaskan tentang masalah-masalah di dalam ilmu Ushul Fiqh. Di antara para ulama yang mengikuti Imam Asy Syafi’i rahimahullah di dalam mengajarkan ilmu Ushulul Fiqh adalah Imam Al Juwaini. Dimana Beliau menyusun kitab atau matan yang akan kita pelajari.

Nama matan ini adalah Al Waroqot. Penyusunnya adalah Al Imam Abdul Malik bin Abdillah bin Yusuf bin Muhammad Al Juwaini. Beliau dikenal dengan sebutan Abu Al Ma`ali. Dan beliau juga dikenal dengan sebutan Imamul Haramain. Hal ini karena beliau dahulu belajar di Makkah al-mukarromah sekitar 4 tahun, kemudian beliau pindah ke Madinah, beliau belajar di sana, lalu mengajar, lalu memberikan fatwa. Sehingga dengan sebab ini beliau kemudian dijuluki dengan Imamul haromain. Dan beliau juga dikenal dengan sebutan Al-Juwaini, Imam Al Juwaini. Hal ini dinisbatkan kepada negeri Juain yang berada di daerah Naisabur.
Imam Al juwaini dilahirkan tahun 419 Hijriyah dan beliau meninggal pada tahun 478 Hijriyah.
Pada awalnya beliau terpengaruh oleh Ahlul kalam yaitu mereka yang mendahulukan logika, yang mendahulukan akal daripada dalil naqli di dalam memahami agama ini. Akan tetapi di kemudian hari beliau meninggalkan Al kalam dan beliau rujuk mengikuti mazhab atau aqidah ahlussunnah, aqidah yang secara turun temurun dipahami mulai dari generasi asshalafusshalih. Hal ini sebagaimana yang telah diceritakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah di dalam kitab Majmu fatawa, tentang rujuknya Imam Al Juwaini kepada Manhaj Salafus Sholeh. Hal ini juga bisa kita lihat dari pernyataan Imam Al Juwaini yang dikutip oleh Imam adz-zahabi di dalam kitab Siyar a’lamin nubala ketika menceritakan tentang biografi Imam Al Juwaini, maka di antara perkataan beliau “dan pendapat yang kami ridhoi dan Aqidah yang kami beragama kepada Allah dengannya adalah mengikuti salaful Ummah rahimahullahu rahmatan waasi’ah“.

Panoongan: Materi 01 – Muqaddimah

Ngaderes: Waroqot

Fiqh Al Waroqot

WARAQAT 1

Pertemuan 1 : Muqaddimah

  1. Materi 01 – Muqaddimah
  2. Materi 02 – Definisi Ushul Fiqh

Pertemuan 2 : Hukum-Hukum Syar’i Bagian 01

  1. Materi 03 – Pengertian Hukum Syar’i dan Rinciannya
  2. Materi 04 – Penjelasan dan Macam-macam Hukum Taklif

Pertemuan 3 : Hukum-Hukum Syar’i Bagian 02

  1. Materi 05 – Penjelasan dan Macam-Macam Hukum Wadh’iy

Pertemuan 4 : Mengenal Ilmu

  1. Materi 06 – Pengertian Ilmu
  2. Materi 07 – Macam-macam Ilmu
  3. Materi 08 – Perbedaan Ilmu, Dugaan, dan Keraguan

Pertemuan 5 : Pembahasan Ilmu Ushul Fiqh

  1. Materi 09 – Pembahasan Ilmu Ushul Fiqh dan Bab-bab Pembahasannya

Pertemuan 6 : Al Kalam Bag 01

  1. Materi 10 – Definisi Al Kalam
  2. Materi 11 – Pembagian Kalam Ditinjau dari Isinya

Pertemuan 7 : Al Kalam Bag 02

  1. Materi 12 – Pembagian serta Rincian Kalam Ditinjau dari Sisi Penggunannya
  2. Materi 13 – Pembahasan Kalam Majaz
  3. Materi 14 – Permasalahan Pembagian Kalam

Pertemuan 8 : Al Amru Bag 01

  1. Materi 15 – Definisi al Amru (Perintah)
  2. Materi 16 – Lafadz-Lafadz yang Menunjukkan kepada Al Amru

Pertemuan 9 :  Al Amru Bag 02

  1. Materi 17 – Makna al Amru yang Ditunjukan dari Lafadz
  2. Materi 18 – Beberapa Masalah al Amru

WARAQAT 2

Pertemuan 1 :  Al Af’al 1

  1. Materi 41 – Penjelasan Al-Af’al

Pertemuan 2 :  Al Af’al 2

  1. Materi 42 – Penjelasan Bentuk Lain Al-Af’al
  2. Materi 43 – Penjelasan Iqrar

Pertemuan 3 :  Nasakh 1

  1. Materi 44 – Definisi Nasakh

Pertemuan 4 :  Nasakh 2

  1. Materi 45 – Macam-Macam Nasakh dari Sisi (Mansukh) Objek yang Dihapus Bagian 1

Pertemuan 5 :  Nasakh 3

  1. Materi 46 – Macam-Macam Nasakh dari Sisi (Mansukh) Objek yang Dihapus Bagian 2

Pertemuan 6 :  Nasakh 4

  1. Materi 47 – Macam-macam Nasakh dari Sisi Dalil yang Me-Nasikh-nya Bagian 1
  2. Materi 48 – Macam-macam Nasakh dari Sisi Dalil yang Me-Nasikh-nya Bagian 2

Pertemuan 7 :  Ta’arudh

  1. Materi 49 – Permasalahan dalam Memahami Dalil
  2. Materi 50 – Rincian Mengenai pertentangan yang Terjadi pada Dalil Bagian 1
  3. Materi 51 – Rincian Mengenai pertentangan yang Terjadi pada Dalil Bagian 2

Pertemuan 8 :  Ijma’

  1. Materi 52 – Definisi dan Kedudukan Al Ijma’                       
  2. Materi 53 – Permasalahan Al Ijma’                                  
  3. Materi 54 – Perkataan Sahabat Tentang Al ijma’ Bagian 1                                 
  4. Materi 55 – Perkataan Sahabat Tentang Al ijma’ Bagian 2

Pertemuan 9 :  Khabar 1

  1. Materi 56 – Pengertian Khabar
  2. Materi 57 – Penjelasan Khabar Mutawatir

Pertemuan 10 :  Khabar 2

  1. Materi 58 – Penjelasan Khabar Ahad dan Kedudukannya
  2. Materi 59 – Pembagian Khabar Ahad Bag. 1
  3. Materi 60 – Pembagian Khabar Ahad Bag. 2

Pertemuan 11 :  Qiyas

  1. Materi 61 – Definisi Qiyyas
  2. Materi 62 – Penjelasan Macam-macam Qiyyas Bagian 1
  3. Materi 63 – Penjelasan Macam-macam Qiyyas Bagian 2

Pertemuan 12 :  Al-Hadzru wal Ibahatu

  1. Materi 64 – Pembahasan Keharaman dan Kebolehan

Pertemuan 13 : Tartibu Al-Adillati

  1. Materi 65 – Pembahasan Urutan dalam Rumus Pendalilan

Pertemuan 14 : Syurutul Mufti

  1. Materi 66 – Pembahasan Syarat-syarat Pemberi Fatwa

Pertemuan 15 :  Syurutul Mustafti

  1. Materi 67 – Pembahasan Syarat-syarat Peminta Fatwa

Pertemuan 16 :  Al-Ijtihad

  1. Materi 68 – Pembahasan Ijtihad

Panoongan: Fiqh Al Waroqot

Jang Muthola'ah

Al-Quran :