Photo Ananda
https://www.facebook.com/share/1Gdai1LW37/
Tema Undangan
Al Imam Abdul Malik bin Abdillah bin Yusuf bin Muhammad Al Juwaini رَحِمَهُ ٱللّٰهُ
Kitab Al Waroqot
Ustadz Iskandar Dinata, Lc حفظه الله
Tarbiyah Sunnah Learning
Pada kali ini kita akan mempelajari materi yang baru yaitu materi ushulul fiqh. Ushulul Fiqh adalah salah satu disiplin ilmu diantara ilmu-ilmu syariah, dimana ilmu ushulul fiqh ini mempelajari tentang pokok-pokok di dalam memahami dalil. Bagaimana dalil tersebut menunjukkan kepada masalah-masalah atau kepada hukum-hukum. Yang pertama kali menyusun ilmu Ushulul Fiqh sebagai sebuah disiplin ilmu syar`i adalah Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah ta’ala. Nama lengkap beliau Muhammad bin Idris As Syafi’i. Beliau dilahirkan pada tahun 150 Hijriyah dan meninggal pada tahun 204 Hijriyah. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al Isnawi di dalam Kitab attamhid dan beliau menyebutkan bahwa hal ini disepakati oleh para ulama.
Kemudian setelah Imam Syafi’i rahimahullah, para ulama berikutnya mengikuti apa yang telah beliau mulai, dimana mereka kemudian menyusun berbagai kitab kitab di dalam ilmu Ushulul Fiqh, ada kitab yang mukhtasor (yang ringkas), ada juga kitab yang mutawwal (yang panjang) menjelaskan tentang masalah-masalah di dalam ilmu Ushul Fiqh. Di antara para ulama yang mengikuti Imam Asy Syafi’i rahimahullah di dalam mengajarkan ilmu Ushulul Fiqh adalah Imam Al Juwaini. Dimana Beliau menyusun kitab atau matan yang akan kita pelajari.
Nama matan ini adalah Al Waroqot. Penyusunnya adalah Al Imam Abdul Malik bin Abdillah bin Yusuf bin Muhammad Al Juwaini. Beliau dikenal dengan sebutan Abu Al Ma`ali. Dan beliau juga dikenal dengan sebutan Imamul Haramain. Hal ini karena beliau dahulu belajar di Makkah al-mukarromah sekitar 4 tahun, kemudian beliau pindah ke Madinah, beliau belajar di sana, lalu mengajar, lalu memberikan fatwa. Sehingga dengan sebab ini beliau kemudian dijuluki dengan Imamul haromain. Dan beliau juga dikenal dengan sebutan Al-Juwaini, Imam Al Juwaini. Hal ini dinisbatkan kepada negeri Juain yang berada di daerah Naisabur.
Imam Al juwaini dilahirkan tahun 419 Hijriyah dan beliau meninggal pada tahun 478 Hijriyah.
Pada awalnya beliau terpengaruh oleh Ahlul kalam yaitu mereka yang mendahulukan logika, yang mendahulukan akal daripada dalil naqli di dalam memahami agama ini. Akan tetapi di kemudian hari beliau meninggalkan Al kalam dan beliau rujuk mengikuti mazhab atau aqidah ahlussunnah, aqidah yang secara turun temurun dipahami mulai dari generasi asshalafusshalih. Hal ini sebagaimana yang telah diceritakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah di dalam kitab Majmu fatawa, tentang rujuknya Imam Al Juwaini kepada Manhaj Salafus Sholeh. Hal ini juga bisa kita lihat dari pernyataan Imam Al Juwaini yang dikutip oleh Imam adz-zahabi di dalam kitab Siyar a’lamin nubala ketika menceritakan tentang biografi Imam Al Juwaini, maka di antara perkataan beliau “dan pendapat yang kami ridhoi dan Aqidah yang kami beragama kepada Allah dengannya adalah mengikuti salaful Ummah rahimahullahu rahmatan waasi’ah“.
Panoongan: Materi 01 – Muqaddimah
WARAQAT 1
Pertemuan 1 : Muqaddimah
Pertemuan 2 : Hukum-Hukum Syar’i Bagian 01
Pertemuan 3 : Hukum-Hukum Syar’i Bagian 02
Pertemuan 4 : Mengenal Ilmu
Pertemuan 5 : Pembahasan Ilmu Ushul Fiqh
Pertemuan 6 : Al Kalam Bag 01
Pertemuan 7 : Al Kalam Bag 02
Pertemuan 8 : Al Amru Bag 01
Pertemuan 9 : Al Amru Bag 02
WARAQAT 2
Pertemuan 1 : Al Af’al 1
Pertemuan 2 : Al Af’al 2
Pertemuan 3 : Nasakh 1
Pertemuan 4 : Nasakh 2
Pertemuan 5 : Nasakh 3
Pertemuan 6 : Nasakh 4
Pertemuan 7 : Ta’arudh
Pertemuan 8 : Ijma’
Pertemuan 9 : Khabar 1
Pertemuan 10 : Khabar 2
Pertemuan 11 : Qiyas
Pertemuan 12 : Al-Hadzru wal Ibahatu
Pertemuan 13 : Tartibu Al-Adillati
Pertemuan 14 : Syurutul Mufti
Pertemuan 15 : Syurutul Mustafti
Pertemuan 16 : Al-Ijtihad